Perbedaan Transitive dan Intransitive Verb & Contohnya

Perbedaan Transitive dan Intransitive Verb & Contohnya

Banyak pelajaran bahasa Inggris yang mendapat perhatian kecil atau bahkan luput dari perhatian, salah satunya transitive dan intransitive verb. Oleh karenanya, penting bagi Anda untuk mengetahui perbedaan penggunaan kedua jenis verb itu berikut contoh kalimatnya.

Seperti diketahui, dalam bahasa Inggris, sesuatu disebut kalimat jika tersusun oleh ‘subject + verb’. Nah, dalam banyak verb ternyata membutuhkan object, sehingga rumusnya menjadi ‘subject + verb + object’.

Ketahuilah, rumus dasar transitive verb jika dijadikan kalimat adalah ‘subject + verb + object’. Sementara rumus dasar intransitive verb jika dijadikan kalimat ialah ‘subject + verb’.

Makin penasaran nih seperti apa perbedaan selengkapnya dari kedua jenis verb itu? Yuk kita simak pembahasan selengkapnya di bawah ini!

Perbedaan Transitive dan Instransitive Verb

Kami akan menjelaskan perbedaan transitive dan intransitive verb dari segi pengertian, jenis-jenis verb dan contoh kalimatnya. Ikuti sampai tuntas!

1. Transitive Verb

Transitive verb adalah kata kerja yang membutuhkan objek. Dengan kata lain, jenis kata kerja ini diikuti oleh objek yang terletak setelahnya.

Memangnya kenapa harus disertakan objek? Bagaimana jika transitive verb tidak diikuti oleh objek?

Perlu Anda ketahui, transitive verb akan terdengar janggal jika tidak diikuti oleh objek. Masih tidak percaya? Coba kita simak contoh berikut ini:

  • I buy. (Saya membeli.)

Coba pahami kalimat di atas, pasti terdengar janggal, kan? Kejanggalan itu terjadi karena kata kerja yang digunakan termasuk transitive verb sehingga membutuhkan objek yang diletakkan setelahnya. Jadinya begini:

  • I buy a new smartphone. (Saya membeli sebuah smartphone baru.)

Sudah tidak terdengar janggal lagi, kan? Hal ini dikarenakan kalimat di atas sudah menjadi kalimat utuh.

Lantas, apa saja verb yang termasuk dalam transitive verb? Nah, berikut ini daftar verb yang harus Anda sertakan objek setelahnya:

Write, want, touch, sell, paint, learn, kick, hit, explain, clean, buy, bring, ask.

Contoh penggunaan transitive verb dalam kalimat:

  • Budi kicks the ball toward the goal. (Budi menendang bola ke arah gawang.)
  • Rani cleans the home every morning. (Rani membersihkan rumahnya setiap pagi.)

2. Intransitive Verb

Intransitive verb adalah kata kerja atau verb yang tidak memerlukan objek. Dengan kata lain, jenis kata kerja ini bisa berdiri sendiri meski tanpa ditambahkan objek setelahnya.

Jika transitive verb tanpa objek akan terdengar janggal, intransitive verb tidak akan terdengar janggal meski tanpa objek. Mari kita simak contohnya di bawah ini:

  • I cry. (Saya menangis.)

Coba pahami kalimat di atas. Meski hanya terusun oleh Subject + Verb, namun tidak terdengar janggal, kan? Hal ini dikarenakan kalimat yang menggunakan intransitive verb di atas sudah dapat dikatakan sebagai kalimat utuh.

Berikut ini sejumlah verb yang termasuk dalam daftar intransitive verb:

Work, sneeze, lie, go, die, cry, come, arrive.

Contoh penggunaan intransitive verb dalam kalimat:

  • I will go to market tomorrow. (Saya akan pergi ke pasar besok.)
  • Budi arrived late to school. (Budi datang terlambat ke sekolah.)

Verb yang Bisa Menjadi Transitive dan Intransitive Verb

Perlu Anda ketahui bahwa ada beberapa kata kerja yang bisa ‘diperankan’ sebagai transitive dan intransitive verb. Artinya, kata kerja itu bisa ditambahkan objek maupun tidak ditambahkan objek, tergantung dengan konteks kalimatnya.

Nah, kata kerja yang bisa diperankan sebagai transitive dan intransitive verb ini dinamakan phrasal verb. Berikut daftarnuya:

Blow up, give up, run, eat

Itulah perbedaan transitive dan intransitive verb berikut contoh penggunaannya. Tetap semangat belajar bahasa Inggri ya!

Info Terkait