Memahami Perbedaan Regular dan Irregular Verb

Memahami Perbedaan Regular dan Irregular Verb

Tahukah Anda apa saja kata kerja yang termasuk dalam regular dan irregular verb? Jika belum, jangan lewatkan pembahasannya dalam artikel ini ya!

Tak perlu lama basa-basi, mari kita belajar tentang pengertian, perbedaan dan contoh regular dan irregular verb di bawah ini!

Pengertian Regular dan Irregular Verb

Singkatnya, pengertian regular verb merupakan bentuk kata kerja beraturan, sedangkan irregular verb adalah bentuk kata kerja tidak beraturan pada perubahannya. Ketidakberaturan irregular verb dapat dilihat dari kata kerja yang berbentuk past tense (verb 2) dan past participle (verb 3) yang tidak konsisten.

Memahami jenis regular dan irregular verb adalah hal yang amat penting jika Anda ingin menguasai grammar bahasa Inggris. Bahkan, Anda dituntut untuk menghafalkannya, terutama daftar verb yang termasuk dalam irregular verb.

Regular Verb

Regular verb secara umum merupakan kata-kata kerja yang perubahannya mematuhi peraturan yang normal. Jenis verb ini biasa ditemui dengan tambahan huruf –d atau –ed pada kata kerja bentuk kedua dan ketiga (verb 2 dan 3).

Ketahui aturan pembentukan reular verb di bawah ini!

Pembentukan Regular Verb

Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan dalam pembentukan regular verb. Di antaranya sebagai berikut:

  1. Secara umum, pembentukan verb 2/past tense dan verb 3/past pasticiple dilakukan dengan menambahkan akhiran huruf -ed pada kata dasar/infinitive yang beraturan.
  • Contoh: lock – locked – locked = mengunci
  1. Jika kata kerja dasarnya berakhiran huruf vokal –e, maka pembentukan past tense dan past parrticiple-nya ditambahkan huruf –d, bukan ­–ed.
  • Contoh : believe – believed – believed = mempercayai
  1. Jika kata kerja dasarnya berakhiraa huruf –y dan didahului huruf konsonan, maka huruf –y tersebut diganti huruf –i lalu ditambahkan huruf –ed.
  • Contoh : reply – replied – replied = menjawab
  1. Jika kata dasarnya berakhiran huruf –y dan didahului huruf vokal, maka huruf –y tidak mengalami perubahan, melainkan hanya ditambah huruf –ed.
  • Contoh : enjoy – enjoyed – enjoyed = menikmati
  1. Jika kata kerja dasarnya terdiri dari satu suku kata dan memiliki akhiran huruf konsonan yang diawali huruf vokal, maka huruf konsonan yang terahir harus digandakan, kemudian ditambah huruf –ed.
  • Contoh : beg – begged – begged = meminta
  1. Jika kata kerja dasarnya diakhiri huruf –l, yang didahului dua huruf vokal, maka huruf akhiran –l tidak perlu digandakan, melainkan ditambah huruf –ed.
  • Contoh : mail – mailed – mailed = mengeposkan
  1. Jika kata dasarnya berakhiran huruf –c, yang didahului huruf hidup, maka huruf –c ditambah dengan huruf –k lalu ditambahkan huruf –ed.
  • Contoh : to panic – panicked – panicked = membuat panik

Irregular Verb

Irregular verb merupakan bentuk kata kerja yang berubah tidak sesuai dengan bentuk tense dan tidak mematuhi aturan yang normal. Bentuk past tense dan past participle dari irregular verb tidak dibentuk dari kata kerja dasar/verb-1 yang ditambah huruf –d atau –ed, sebagaimana regular verb.

Jadi, agar memudahkan Anda dalam penggunaan irregular verb, Anda perlu menghafalkannya dengan baik.

Jenis-jenis Irregular Verb

  1. Kata kerja past tense dan past participle-nya tidak berubah dari bentuk pertamanya.
  • Contoh: cut – cut – cut = memotong
  1. Untuk kata kerja berakhiran huruf –ch, -f, -k, -p, -s, -sh dan –x. Verb 2 dan verb 3 ditulis dan diucapkan dengan akhiran huruf –t.
  • Contoh: creep – crept – crept = merangkak
  1. Ada juga irregular verb yang bentuk kata kerja pertama, kedua dan ketiganya tidak sama.
  • Contoh : fly – flew – flown = terbang

Itulah pembahasan tentang regular dan irregular verb. Agar makin menguasai materi ini, Anda bisa mempraktikkannya dengan membuat kalimat pendek yang berisikan macam-macam kata kerja regular dan irregular.

Info Terkait