Analytical Exposition – Pengertian, Struktur dan Cirinya

Analytical Exposition – Pengertian, Struktur dan Cirinya

Sudah tahu belum apa itu analytical exposition? Jika belum, mari kita simak pembahasan selengkapnya di bawah ini!

Anda tentunya pernah membaca koran bagian opini, kan? Atau,  membaca sebuah konten di blog yang mengkritisi sesuatu dengan sudut pandang subyektif?

Nah, apa yang pernah Anda baca itu termasuk teks analitycal exposition. Setiap  orang, termasuk Anda bisa memberikan pandangan lain atau mengkritik apa yang terkandung dalam teks analytical exposition karena bersifat subyektif.

Agar lebih memahami apa itu analytical exposition, bagaimana strukturnya dan seperti apa karakteristiknya, mari kita simak penjelasan di bawah ini!

Pengertian Analytical Exposition

Sederhananya, analytical exposition adalah teks yang berisikan opini penulis. Ya, teks ini memuat tulisan opini terkait hal-hal yang dipedulikan oleh penulis, baik dalam hal kejadian, tempat, benda dan lainnya.

Adapun fungsi teks analytical adalah untuk meyakinkan para pembaca bahwa apa yang dibahasnya adalah sesuatu yang penting dan menarik untuk dibahas bersama-sama atau diperdebatkan. Jadi, seperti yang dijelaskan di atas, siapa saja boleh mengajukan kritikan atau ‘mendebat’ teks analitycal dengan pandangan subyektif.

Oleh karenanya, teks analitycal kerap kali memunculkan pertanyaan ‘do you agree with this? (apakah kamu setuju dengan ini?)’ dan ‘what do you think about this? (apa yang kamu pikirkan tentang ini?)’

Untuk diketahui, teks analytical betul-betul murni pandangan dari penulis. Dan, teks itu tidak ditujukan untuk menggiring pembaca untuk menyetujui atau mengikuti pandangan penulis.

Struktur Analytical Exposition

Jika Anda tertarik untuk membuat teks analytical exposition, pahami dulu strukturnya dengan benar. Berikut kami jelaskan selengkapnya.

1. Thesis

Awal dari teks analytical adalah thesis. Anda harus menjelaskan topik utama yang menjadi pembahasan di dalam teks analytical pada bagian ini. Lebih lanjut, Anda juga bisa memaparkan sejumlah alasan yang melatarbelakangi permasalahan yang menjadi pembahasan utama.

Keberadaan thesis bertujuan untuk menguatkan opini penulis. Sehingga, pembaca dapat menangkap opini Anda dengan tepat.

2. Arguments

Pada bagian arguments, Anda dapat menuliskan semua opini yang ‘berkutat’ di kepala. Pada umumnya, opini yang dikemukakan lebih dari satu dengan tujuan meyakinkan pembaca bahwa apa yang menjadi pembahasan dalam teks analytical tersebut amat penting disimak dan didiskusikan lebih lanjut.

Sebagai tips, upayakan bagian arguments berkaitan dengan paragraph-paragraf sebelumnya yang terdapat pada thesis. Hal ini bertujuan agar pembaca tidak dibuat bingung dengan pembahasan yang ada.

3. Conclusion

Pada bagian conclusion, Anda harus menegaskan kembali argumen atau opini yang Anda kemukakan sebelumnya. Jika opini yang Anda sampaikan berjumlah tiga, di dalam conclusion juga harus ada tiga. Hal ini bertujuan agar teks analytical yang Anda buat memiliki konsistensi yang ajek.

Ciri-ciri Analytical Exposition

Ada sejumlah karakteristik analytical exposition yang harus Anda pahami. Di antaranya sebagai berikut:

  • Kepenulisan menggunakan simple present tense. Jadi, kata kerja (verb) yang digunakan adalah verb 1.
  • Kepenulisan opini menggunakan kata-kata yang menunjukkan penulis sedang mengekspresikan pikirannya, seperti I feel, I knpw, I realize, I think dan lainnya.
  • Memunculkan internal conjunctions untuk mengaitkan argumen di antara dua clausa. Misalnya: but, in addition, then, as a result, so dan lainnya.
  • Memunculkan causal conjunctions guna memperkuat opini penulis. Misalnya: because, due to, for that reason dan lainnya.

Itulah pembahasan tentang analytical exposition, mulai dari pengertian, struktur dan karakteristiknya. Sekarang Anda sudah mengetahui teorinya, selanjutnya Anda harus mempraktikkannya.

Info Terkait